Surat untuk Ibu..

Dear Ibu,
sekedar basa basi, tak apalah jika kubertanya apa kabar?
hari ini usiamu bertambah satu tahun lagi.
seperti ucapan orang bijak… jangan takut menambah satu lilin,
itu tidak membuatmu smakin tua, tapi membuat hidupmu semakin terang..

meski skarang usiamu tak lagi muda, udah delapan windu berjalan, bukan?
harusnya udah cukup terang kan yaa untuk tidak lagi berjalan dengan meraba-raba ataukah sekarang sudah terlalu tua, membuatmu jalan terpincang-pincang?
dalam perjalanan, kau telah mengenal merah hitamnya jalan ini,
merah di masa perjuangan, kala jalan sedang gelap hitam..

kembali terdengar upacara memperingati hari jadimu,
terlihat sang merah putih mewarnai langit biru,
perlombaan pun digelar,
bahkan panggung pun ikut bergema dengan kehadiran banyak artis yang mengumandangkan banyak lagu..
tak terlewatkan kalangan para politisi turut menggumbar kata-kata manis buatmu..
dan mungkin banyak cara lain yang dilakukan orang-orang..

jadi penasaran gimana kabar harapan mu tahun lalu..
apapun itu kuharap ada yang terpenuhi..
dan jangan sampai jera membuat harapan-harapan bwt tahun ini..
karna banyak bermula dari harapan, bukan?
harapan yang selalu menemani perjalanan, membuat tersadarkan mana hal yang hrus diraih di banding hanya keinginan sesaat saja..

dan aku pun punya banyak harapan buat mu, Ibu..
tapi apakah arti harapan
bila ku tak punya karakter dan bertindak,
dan ku pun mengutip sepenggal kalimat dari almarhum sastrawan dan budayawan mu yang baru saja meninggalkan dirimu.. sang burung merak yang telah pergi..
Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan?”

mungkin di sana ada jawabnya..
di dalam diriku, dirimu wahai sobat-sobat..
kita sudah makan dari tanah, sang Ibu..
apa yang sudah kita berikan atau akan berikan??

selamat ulangtahun Ibu Pertiwi, Indonesia, tumpah darahku..

About these ads

7 thoughts on “Surat untuk Ibu..

  1. aq pikir awalnya ini surat buat mama mu mel..
    hehehee..
    baguslah, punya hati untuk Indonesia Raya..
    semangat!!
    PLN Jaya!!
    hehehee..
    Gbu

    • huahaha..
      kalo buat mama ku gak cukup satu surat bang..

      dan rasanya tak cukup tertuang oleh kata-kata ;)

      *apa ini tiba2 ada PLN nyaa..*
      dasar anak power :p

      -demi Allah dan demi Indonesia-

  2. hooo..
    Demi Allah dan Demi Indonesia itu ada bukunya ya dek?

    iya lah ada PLN nya..
    PLN itu banyak dikutuk dan dijelek-jelekin..
    Padahal PLN itu termasuk yang menyelamatkan bangsa Indonesia di satu sisi..
    Coba kalau listrik di Indonesia di komersialkan dan dikasih ke pihak swasta, orang yang ga mampu pasti ga kebagian listrik..
    Listrik untuk kehidupan yang lebih baik..
    hehehee..
    smangat!!
    Gbu

    • iya bang..
      karangannya pak Samuel Tumanggor…

      gyaaa… td padahal PPA (persekutuan pra alumni) nya perkantas pembicaranya pak Samuel… tp saia gak bisa ikutan gara2 pelatihan… hiks..

      bagus bang bukunya,, aku masih baca bab2 awal sh..

      recommended!!

  3. Seandainya aku bisa menangis,..
    Aku akan menangis dipangkuan mu bunda,..
    Seandainya aku bisa bercerita,..
    Aku pun akan bercerita dihadapan mu,…

    Seandainya aku bisa berteriak,..
    Aku hanya ingin kau yang dengar..
    Seandainya aku bisa menjerit,..
    Aku hanya ingin kau genggam tanganku,…

    Bunda,….
    Entah berapa lama kita tidak bercengkerama,..
    Saat hatiku terbagi dengan semua masalah duniawi,..
    Kita seakan jauh ,..bahkan aku terasa lama sekali tak jumpa
    Dirimu,…

    Bunda,..
    Mengapa sekarang aku tak mengenalmu,..
    Atau kau yang tak mengenal buah hatimu lagi,..

    Aku tahu,…aku yang telah berubah…
    Tapi aku tak tahu,..mengapa aku berubah,..

    Bunda,..bunda…bunda…
    Siapa lagi yang bisa mengerti aku,….
    Saat aku suka atau tak suka,…
    Saat aku senang atau aku sedang marah,…
    Saat aku tertawa atau menangis,..

    Bunda,…sebenarnya ..
    Aku hanya ingin berkata dari pertama
    Ku mulai tulisan ini…
    Aku sayang Bunda,..
    Aku rindu Bunda,….
    Aku ingin Bunda berkata,………

    “Bunda selalu mendoa’kan yang terbaik untukmu,…Doa bunda selalu menyertai mu nak,…doa’ku selalu menjagamu,..Raihlah kebahagian hidupmu”…Aku akan menangis,..tapi aku akan tegar seperti dirimu,….Bunda

    LUV U BUNDA,………………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s